
by Salim A. Fillah
Dalam hidup, Allah sering menjumpakan kita dengan
orang-orang yang membuat hati bergumam lirih, “Ah, surga masih jauh.” Pada
banyak kejadian, ia diwakili oleh orang-orang penuh cahaya yang kilau
keshalihannya kadang membuat kita harus memejam mata.
Dalam tugas sebagai Relawan Masjid di seputar Merapi
hari-hari ini, saya juga bersua dengan mereka-mereka itu. Ada suami-isteri
niagawan kecil yang oleh tetangganya sering disebut si mabrur sebelum haji.
Selidik saya menjawabkan, mereka yang menabung bertahun-tahun demi menjenguk
rumah Allah itu, menarik uang simpanannya demi mencukupi kebutuhan pengungsi
yang kelaparan dan kedinginan di pelupuk mata.

