Kurikulum vitei

profil

Nama lengkap aku Yayan Andriyana dan biasa dipaggil yayan atau ujang (oleh ibu). Aku dilahirkan di salah satu desa di Lampung Utara tepatnya di desa sindang agung kecamatan tanjung raja. Aku terlahir di dunia ini pada malam Minggu kira-kira jam 08.35 WIB tanggal 10 Desember 1989 dari ibu yang bernama Suharia dan bapak yang bernama Aceng (pas aku dikhitan nama bapak diganti oleh nenek menjadi Jaya hehe). Menurut ibu dan nenek, kakaku (Ahmad Gozali) ketika aku terlahir dan mengetahui bahwa aku berkelamin laki-laki langsung nangis semalaman. (huh cengeng). hee maklum setelah kutanya dia “dulu dia ingin punya ade perempuan”,,,ee yang nongol malah laki-laki…ckckck. Oya aku anak kedua dari 2 bersaudara. (hemaaaaat) padahal aku kepingiiiiiin banget punya ade sebanyak-banyaknya biar enak diajak berantem. (lahh kok?) ia soalnya aku juga sering dimainin dan diajak gulat ma kakak ku..huhhh sebel banget!!!!…ya aku mau balas laaah ma adik-adik ku heeee.

Masih ngomongin tentang kelahiran (maaf kerena kalau ingat hari lahir, aku sering terotivasi untuk mencari arti apa yang sebenarnya tersirat dari berbagai cerita yang nyaksiiin munculnya aku di dunia ckckck), menurut cerita ibu yang sangat dekat dan nenek yang selalu memberi motivasi, yang pertama aku terlahir tidak dalam keadaan menangis (biasanya kan kalau bayi langsung nangis hhehehe). “Huuuu itu mah ga aneh kali, banyak juga kayak gitu”. Ia, tapi itu terjadi padaku tapi ya lama kelamaan juga aku dipaksa nagis sama nenek, maklum nenek ku cerewet bangett heee. Ada lagi, ketika aku terlahir aku juga membawa peci di kepala dan sorban yang melekat seperti selendang di tubuh ku yang semuanya berbahan kulit.

Kata ibu ku, jangan pandang itu sebagai hal yg spesial karena yang terpenting adalah bagaimana kamu menjalani hidup ini dengan kebaikan dan kebaikan, fastabiqul khoirat. (semoga, doanya dari ibu). Hah!! Ulama?? Lah wong aku gak ikut pesantren, aku juga bukan seorang santri hanya saja kalau penafsiranku tentang itu, “aku bersyukur terlahir dari seorang ibu yang luar biasa mendidik aku menjadi seperti ini” thank you mom!!! Itu salah satu motivasi ku heeee. (jadi panjang ne ceritanya)

Heee..yo uwis lahhh. Kita lanjutkan
Enam tahun kemudian, aku masuk sekolah di SD N 2 Sindang Agung, dengan modal membaca dan menghitung telah lulus oleh ibu di rumah. Jadi, ya ke sekolah hanya maen za heeee sambil nunggu tahun kelas tiga. Aku lupa dimulai dari mana bisa membaca dan menghitung bahkan doa-doa dalam wudhu dan sholat telah ku kuasai, hanya saja pada waktu itu, aku tidak bisa menulis dan membaca huru arab. Pada waktu SD wow!!! Banyak banget ni cerita: berantem adalah hobi aku, pulang sekolah baju kumel, celana bolong, buku semua mata pelajaran dibawa, banyak lah. Terkadang aku ketawa sendiri kalau ingat masa-masa SD.

Dua belas tahun usia ku. Aku lulus SD dan aku gak mau ngelajut ke SMP. Aku mau ke pesantren kataku kepada ibu. Waw bapak ibu marah bangetttt..pokoknya kamu harus SMP, setelah SMP terserah kamu mau pesantren atau langsung kerja. Memang pertimbangan dari ibu bapak begitu mmenyentuhku untuk melanjutkan pendidikan. Akhirnya aku pun luluh dan berusaha memberanikan diri untuk mendaftarkan diri ke SMP N 3 Tanjung raja. Allhamdulillah aku diterima

Masa SMP, tambah bandelnya minta apuuuun. Malu ah diceritain heeee ntar lagi za dah y y heeeeee