Kurikulum vitei

Selasa, 27 Desember 2011

Abadilah Cinderajiwa!

“..Adapun buih itu akan hilang sebagai sesuatu yang tiada harganya. Adapun yang memberi manfaat kepada manusia, ia akan tetap tinggal di bumi..” (Ar Ra’d 17)

Dalam temaram cahaya unggun yang meretih di luar jeruji jendela sempit, Ibnu Taimiyah melihat titik-titik bening di mata para muridnya. Ia tersenyum. Kejernihan di sorot matanya menebar, mendesak gemuruh api yang memakan kayu berkeretak. Keteduhan itu, tatapan penuh kasih itu, seperti sapuan salju di dada mereka yang membara. Kemudian, penjara kota Damaskus di tahun 728 H, menjadi saksi kata-katanya yang abadi menyejarah.

”Apa yang dilakukan musuh-musuhku kepadaku? Demi Allah, jika mereka memenjarakanku, inilah rehat yang nikmat. Jika mereka membuangku ke negeri antah, inilah tamasya yang indah. Jika mereka membunuhku, sebagai syahid aku disambut.” Tembok-tembok yang lumutnya mengering hitam, lantai yang mencium mesra wajah sujudnya di malam dingin, dan besi-besi jeruji berkarat diam khidmat.

”Apa yang harus kami lakukan wahai Guru?”

The Lion Heart and The wise : Sekelumit kisah dari perang salib

Debu-debu di bulan Juni tahun 1192, mengiringi langkah kuda Raja Richard dari Inggris dan pasukannya menuju Yerusalem. Tujuan mereka cuma satu, menaklukkan Yerusalem dari tangan Saladin (Shalahudin Al Ayubi). Tapi apa hendak dikata, di tengah jalan Richard jatuh sakit. Suhu tubuhnya tiba-tiba naik secara drastis. Rombongan itu terpaksa beristirahat di tengah jalan.

Di tengah kondisi kesehatan Richard yang memburuk, tiba-tiba datanglah seorang dokter ke camp mereka. Dokter itu membawa beberapa keranjang buah-buahan segar, air minum dan salju dari pegunungan. Ternyata, dokter itu adalah dokter paling terkenal di Yerusalem. Dokter itu dikirimkan Saladin untuk mengobati Richard. Aneh? Bukankah mereka saling bermusuhan?

Bukan sekali

Kamis, 15 Desember 2011

Ibu yang Sebenarnya

Tahukah kamu siapa itu Imam Ahmad dan Imam Syafi’i? Mereka adalah dua ulama yang merupakan guru dan murid (Imam Syafi’i merupakan guru Imam Ahmad) Ya, mereka berdua adalah ulama besar yang namanya harum sepanjang sejarah. Mereka terkenal sebagai mujtahid cemerlang dan luar biasa, hingga akhirnya berkembang menjadi sebuah madzhab yang dikenal dan diakui eksistensinya saat ini dalam dunia Islam, yaitu madzhab Hambali dan Syafii. Mereka pun menghasilkan banyak karya dalam bidang agama –terutama fiqh- menjadi kitab referensi bagi ulama lainnya, baik yang sezaman hingga saat ini. Diantaranya adalah kitab al-Musnad karangan Imam Ahmad bin Hanbal, kitab yang berisi lebih dari 6000 hadits. Atau mungkin kitab ar-Risalah dan al-Umm karya Imam Syafi’i yang menjadi banyak rujukan dalam bidang fiqh.

Namun sekarang, tahukah anda bahwa mereka berdua memiliki beberapa kesamaan? Mereka berdua ternyata lahir dalam keadaan yatim dan miskin. Namun hal itu bukanlah halangan bagi mereka untuk menjadi seorang ulama besar.

Namun, saya tidak akan membahas riwayat hidup kedua tokoh ini secara lengkap, saya hanya akan menjelaskan salah satu kesamaan yang menarik. Jika mereka berdua terlahir dalam kegiatan yatim, maka siapakah yang mendidiknya menjadi ulama besar? Siapa lagi kalau bukan ibu mereka!

Arti sahabat

kala sahabat bersedih, sesungguhnya dia membutuhkan telinga kita untuk mendengarkan tangisnya, mengharapkan tangan kita untuk menyeka air mata dan menggengam erat tangannya hingga dia sadar bahwa masih sahabat untuknya

jika ternyata senyum mampu mencairkan kebekuan hati dan maaf mampu meluruhkan congkaknya nurani, mengapa masih saja manusia merasa sombong tetap tak tersenyum dan memaafkan kepada sesamanya.

jika kehilangan itu sesuatu yang pasti dan rasa sakit itu pasti menghampiri maka berusahalah tersenyum meski itu tak akan mengembalikan hatinya lagi

selamat pagi sahabat.

Sabtu, 10 Desember 2011

Karena Kita Tidak Selamanya Hidup di Dunia Ini..

Pernahkah kita bertanya kenapa Allah memerintahkan kepada kita untuk beriman kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan yang lain. Beramal hanya karena-Nya bukan karena yang lain. Mencintai hanya karena-Nya bukan karena yang lain. Sedih karena-Nya. Sampai gelisahpun karena-Nya, gelisah karena takut jika amal perbuatan yang telah dilakukan tidak diterima di sisi-Nya. Apakah menurut kita itu hanya sekedar perintah, atau memang hal penting yang berhubungan erat dengan kehidupan kita selanjutnya di akhirat nanti.

“Tiadalah berarti bagiku dunia ini, di dunia ini aku bagaikan orang yang berkendaraan dan mampir bernaung di bawah pohon, kemudian pergi meninggalkan pohon tersebut” (HR at-Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud) bagitulah sang Nabi saw mengartikan kehidupan. Seperti makhluk Allah lainnya, kita juga akan mati, meninggalkan dunia yang fana ini.Lahir ke bumi tanpa membawa apa-apa lalu pulang dengan membawa beberapa lembar kain putih yang akan lapuk dimakan tanah, bahkan ada yang tidak pakai kain putih, dikubur hanya dengan baju yang dikenakannya, seperti para syuhada misalnya.

Kita patut mensyukuri hidup

Selasa, 06 Desember 2011

Ku tambatkan hati di indonesia

Mereka dikarunia warna kulit dan mata yang berbeda dengan yang dimiliki warga negara Indonesia umumnya, tetapi mereka memiliki cinta dan kepedulian pada masalah-masalah yang terjadi di negeri ini. Mereka adalah 'bule-bule', tetapi memilih menambatkan hati mereka untuk negeri yang bukan miliknya.



Aurélien Brulé adalah nama aslinya warga Perancis ini, tetapi ia selalu dipanggil Chanee (baca : tsani). Tugasnya penuh resiko, tapi ia menjalankan pekerjaannya tersebut karena kecintaanya dan obsesinya yang luar bisa pada hewan primata langka asal Kalimantan, Owa. Chanee adalah seorang penyelamat satwa liar di Palangkaraya, Kalimantan. Ia juga mendirikan Yayasan Kalaweit Gibbon dan Program Konservasi Siamang sebagai primata langka, dan juga mendirikan Radio Kalaweit pada tahun 2003 di Palangkaraya dengan jumlah pendengar sebesar 1500 pendengar (radio terbesar kedua di Palangkaraya). Di usia muda, saat Chanee berusia 19 tahun ia telah melakukan observasi selama lima tahun terhadap primata yang ada di kebun binantang di Perancis, kemudian menuliskannya menjadi sebuah buku. Hal ini menarik perhatian publik di Perancis, hingga seorang artis komedian Perancis, Muriel Robbin, bersedia mendanainya untuk membuat sebuah program konservasi pada hewan primata ini. Tahun 1998, Chanee menuju Pulau Kalimantan yang dianggap sebagai habitat asli Owa, meski tanpa bekal pengetahuan budaya dan bahasa. Setahun kemudian, pada tahun 1999 Chanee mendirikan

Senin, 05 Desember 2011

Ketika Allah Memilihmu Untukku..

Padamu yang Allah pilihkan dalam hidupku..
Ingin ku beri tahu padamu..
Aku hidup dan besar dari keluarga bahagia..
Orang tua yg begitu sempurna..
Dengan cinta yg begitu membuncah..
Aku dibesarkan dgn limpahan kasih yang tak terhingga..
Maka, padamu ku katakan..
Saat Allah memilihmu dalam hidupku,
Maka saat itu Dia berharap, kau pun sanggup melimpahkan cinta padaku..
Memperlakukanku dgn sayang yang begitu indah..

Padamu yang Allah pilihkan untukku..

Karena Setiap Kata Adalah Doa

Surat Kepada Bapak
Langit Bandar Lampung merekah pagi ini, kilau matahari menerobos menyeruak ruang ruang kosong di setiap sudut kamarku, sinarnya hadir menghangatkan. Entah mengapa, seraut wajah bapak, sekelebat hadir…. mengingatkan akan bapak yang kuyakin tidak pernah meninggalkanku disetiap detak nadi kehidupan, meski sekarang aku berada jauh dari Bapak. Bapak, bagaimana kabar Bapak hari ini? Apa yang sedang bapak lakukan saat ini? Masihkah membaca Al’quran, ditemani kacamata karena pandangan mulai samar? Atau telah mulai menyiram bunga bunga di halaman kecil rumah kita? Atau sudah disibukkan dengan kelucuan cucu-cucu bapak, yang tidak jarang menguras tenaga dan kesabaran bapak dengan tingkah polah mereka? Namun satu hal yang pasti, aku selalu berharap semoga ALLAH SWT senantiasa menjaga bapak.

Bapak,

Gurat senyum tulusmu terbayang di wajahku. Ah